Selasa, 20 November 2012

Uranium Dan Zat Beracun Dalam Tubuh Warga Gaza

Uranium Dan Zat Beracun Dalam Tubuh Warga Gaza

Departemen Kesehatan Palestina di Gaza memaparkan hasil kajian dan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Italia, dimana hasilnya menegaskan adanya 30 unsur racun berat, terutama uranium yang terkonsentrasi di dalam tubuh warga Jalur Gaza akibat agresi Israel di Jalur Gaza, yang dimulai akhir tahun 2008. Para peneliti menunjukkan bahwa ada zat “karsinogen” yang meracuni dan merusak janin, sehingga mengakibatkan ancaman kemandulan pada pria dan wanita.
Setelah memeriksa sampel yang terdiri dari 15 orang meninggal dan luka-luka korban perang, di samping sampel lainnya yang terdiri dari 95 orang warga Jalur Gaza, hasil tes menunjukkan adanya zat beracun pada tingkat rata-rata yang sangat tinggi dari biasanya.
Menteri Kesehatan Palestina, Bassem Naim mengatakan, pada saat jumpa pers yang diadakan di Gaza: “Hasil dari kajian dan penelitian menunjukkan keseriusan bahaya senjata yang digunakannya, dimana berdasarkan hasil sampel biologis menjelaskan bahwa pendudukan menggunakan senjata yang dilarang secara internasional pada semua tingkatan.”
Naim memperingatkan bahaya berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan sejumlah besar unsur “berat dan beracun, utamanya uranium. Sebab ini sangat mengancam masa depan generasi yang akan datang.” Ia menambahkan bahwa departemennya akan mengirimkan dokumen-dokumen yang bersangkutan pada lembaga hak asasi manusia, bersama dengan dokumen-dokumen kejahatan perang Israel.
Sebagaimana ia mengatakan juga akan mengirinya ke organisasi internasional agar bergerak cepat menangkap para penjahat perang, dan membantu pemerintahan di Gaza  tentang bagaimana menangani ancaman kesehatan ini.
Perang Israel di Gaza, yang berlangsung dari 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009 telah mengakibatkan korban meninggal lebih dari 1.400 warga Palestina, dan lima ribuan orang lainnya menderita luka-luka.
Organisasi hak asasi manusia lokal dan internasional menuduh Israel telah menggunakan senjata yang dilarang secara internasional seperti fosfor putih, dan senjata yang mengandung zat beracun lainnya selama perang.
Para peneliti Italia menegaskan hasil penelitian sebelumnya bahwa tanah di Jalur Gaza mengandung “logam beracun, karsinogen, dan racun lainnya yang membahayakan pada janin,” karena penyerapan zat-zat tersebut yang digunakan dalam perang Israel baru-baru ini.
Pada saat yang sama, Direktur Jenderal Departemen Kerjasama Internasional di Departemen Kesehatan, Medhat Abbas berkata: “Kajian dan penelitian ini, hasilnya menegaskan adanya zat beracun dan karsinogen dalam tubuh warga Palestina yang berada di pusat atau di dekat sasaran, yang dapat mengakibatkan keracunan dan kerusakan pada janin, serta ancaman kemandulan pada pria dan wanita.”
Abbas menambahkan: “Para peneliti Italia menegaskan bahwa zat yang sangat berbahaya ini akibat dari pendudukan Zionis Israel menggunakan senjata yang dilarang secara internasional, yang mengandung zat beracun, sehingga korbannya jauh lebih banyak dari yang dikemukakan oleh sumber ini.” (mediaumat.com, 20/3/2010)

Serangan Israel Telah Tewaskan 100 Lebih Warga Gaza

Senin, 19 November 2012

MEMULUNG DEMI MENERUSKAN HIDUP

Inilah Penyakit Yang Sering di Derita Orang Kaya dan Orang Miskin

Masyarakat yang tinggal pada daerah yang terbilang makmur ditengarai lebih rentan terkena beberapa tipe kanker ketimbang mereka yang tinggal di daerah yang terbilang miskin, menurut hasil laporan Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa orang kaya lebih rentan terkena kanker payudara, prostat dan kulit, sedangkan orang miskin lebih rentan menderita kanker usus, leher rahim dan paru-paru, menurut Sydney Morning Herald.
Paul Grogan, Direktur Advokasi Dewan Kanker Australia mengatakan tingginya risiko kanker di daerah miskin tidaklah mengherankan mengingat tingginya konsumsi rokok dan rendahnya fasilitas kesehatan. Sementara itu, untuk masyarakat yang lebih berkecukupan, kata Grogan, kanker payudara memang telah dikenal sebagai penyakit perempuan kaya karena cenderung menyerang kaum perempuan yang hidup berkecukupan. Juga, mereka yang memilih menunda kehamilan atau tak memiliki anak sama sekali, semua itu berada pada golongan masyarakat makmur.
Adapun kanker prostat, jelas Grogan, juga cenderung dialami pria berkecukupan dan kanker kulit mungkin disebabkan paparan sinar ultraviolet yang intens. Meski banyak berkegiatan di dalam ruangan, orang sering kali menghabiskan waktu libur dengan berada di bawah sinar matahari dengan intensitas tinggi seperti berjemur. Paparan tersebut meningkatkan risiko terkena melanoma.
Sumber: http://m.mediaindonesia.com

LESTARIKAN GERAKAN TANGAN DI ATAS !!!

Orang Miskin Dilarang Ngemis

Jumlah kemiskinan yang meningkat di Negeri ini


Memprihatinkan. Orang Miskin di Indonesia Bertambah 2,7 Juta



beritabatavia.com - Mmeprihatinkan. Pemerintah yang gembar-gembor angka kemiskinan mengalami penurunan. Ternyata Berdasarkan data terakhir AsianDevelopment Bank (ADB) justru sebaliknya. Angka kemiskinan di Indonesia, dalam tiga tahun terakhir, melonjak tajam.

Berdasarkan data terakhir Asian Development Bank (ADB), orang miskin di Indonesia bertambah 2,7 juta orang. Angka kemiskinan Indonesia paling tinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.

"Kalkulasi terbaru, menunjukan penduduk miskin meningkat 2,7 juta orang pada tiga tahun
terakhir," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa, Setyo Budiantoro, di Jakarta, Rabu
(26/10).

Dan lebih memalukan lagi, sambung dia, pertambahan kemiskinan ekstrem ini adalah
satu-satunya pengecualian di Asia Tenggara. Jangan dibandingkan dengan Thailand atau
Malaysia, Indonesia bahkan tertinggal dari Kamboja dan Laos dalam mengurangi kemiskinan," ucapnya.

Menurut data ADB, tahun 2008 angka kemiskinan di Indonesia mencapai 40,4 juta, dan di 2010 mencapai 43,1 juta. Standar ADB mengukur angka kemiskinan adalah pendapatan perhari di bawah Rp 7.800, selisih 10 persen dari standar kemiskinan yang ditetapkan Pemerintah yaitu Rp 7.060 per hari.

Padahal kemiskinan dengan ukuran tersebut (standar ADB), sudah ditinggalkan karena tidak
manusiawi. Bahkan, melonjaknya angka kemiskinan tersebut diakibatkan oleh beberapa
penyebab, di antaranya, sedikitnya lahan yang dimiliki orang miskin untuk berproduksi,
minimnya orang miskin dapat diserap dalam bursa tenaga kerja.Juga, tidak adanya kebijakan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
miskin, sambungnya.
sumber:  http://www.beritabatavia.com/detail/2011/10/26/16/9376/memprihatinkan.orang.miskin.di.indonesia.bertambah.2.7.juta

ORANG MISKIN ADALAH BAGIAN HIDUP KITA


KESUSAHAN